Zhafirah Umroh, Biro Umroh di Kudus.
-Jalan Raya Kudus-Pati Tenggeles Mejobo Kudus-
Zhafirahumrohkudus@gmail.com
0291 – 2912334/081-56789-0219

MEMAHAMI MAKNA MEMAKAI PAKAIAN IHRAM

 

 

Rukun umroh ada 5 yaitu, niat ihram, thawaf, sa’I, tahallul dan tertib. Dan salah satunya adalah niat ihram. Di mana saat niat dibarengi dengan memakai kain ihram. Apabila jamaah meninggalkan salah satu rukun maka umrohnya tidak sah. Oleh karena itu rukun-rukun umroh harus dikerjakan dengan sepenuh hati dan ikhlas untuk mencapai umroh yang mabrur dan mabrurah.

Syarat kain ihram adalah berwarna putih dan tidak boleh ada sambungan atau jahitan. Dan cara pemakaiannyapun tinggal dililitkan ke tubuh kita. Tentu baju ihram ini untuk jamaah laki-laki. Mungkin ada yang bertanya kenapa ibadahke tempat Allah (Ka’bah) justru memakai kain putih saja bukan pakaina terbaik yang kita miliki ? Padahal kita akan berkunjung ke Rumah Allah.

Syaikh ‘Ali Ahmad Al Jurjawi dalam bukunya yang berjudul “Hikmah dan Falsafah Dibalik Penetapan Syariat” dijelaskan bahwa syariat menyuruh seperti itu dengan maksud agar seseorang berada pada puncak ketaatan dan ketundukan kepada allah. Dengan demikian seolah-olah jamaah berikrar, “Wahai Tuhanku, aku tidak memiliki apapun ! Segala sesuatau yang ada di muka ini tidak kumiliki meski seujung jari.”

Secara singkat, maksud menggunakan kain ihram yang berwarna putih adalah symbol bahwa kita menanggalkan atribut-atribut keduniawian yang melekat pada manusia dan kembali fitrah seperti masa ia pertama kali dilahirkan tanpa baju hanya dengan kain pembungkus yang baru diselimutkan pada tubuhnya oleh sang ibu. Sekarang, tidak ada lagi sekat atau pemisah ataupun tanda yang membedakan satu sama lain. Tidak ada pembeda antara si kaya dan si miskin, pejabat dengan rakyat atau yang lainnya. Semuanya adalah sama, yang membedakan adalah keimanan dan ketaqwaan di sisi Allah SWT.

Seandainya kita datang dengan menggunakan baju terbaik yang kita miliki, maka semua orang pasti akan berlomba-lomba untuk bersaing menunjukkan baju yang dimilikinya. Yang ada nantinya muncul sifat sombong diantara diri mereka. Padahal niat kita ke Baitullah adalah untuk ibadah bukan untuk menyombongkan diri. Maka dari itu kain ihram yang hanya hanya selembar dan dililitkan dalam tubuh mencerminkan kesederhanaan kita dan agar kita lebih melihat ke bawah bukan ke atas. Melihat bahwa kita tidak ada apa-apanya di mata Allah, kita tidak berhak untuk sombong dan merasa diri kita adalah yang terbaik.

Maka dari itu, dibalik semua apa yang sudah Allah syariatkan tentu bukan tanpa alasan. Ada maksud dan tujuan yang terkandung di dalamnya agar kita selalu bersyukur dan selalu meningkatkanketaqwaan kita kepada Allah SWT. (dikutip dari oleh-oleh-haji.com)

 

 

 

About the Author

Leave a Reply

*