Zhafirah Umroh, Biro Umroh di Kudus.
-Jalan Raya Kudus-Pati Tenggeles Mejobo Kudus-
Zhafirahumrohkudus@gmail.com
0291 – 2912334/081-56789-0219

MENGENAL JABAL UHUD, GUNUNG YANG KELAK ADA DI SURGA

Jabal Uhud atau Bukit Uhud adalah bukit yang menjadi saksi perang Uhud di masa Rasulullah. Dimana kala itu Rasulullah harus melawan ribuan kaum kafir quraisy.  Suatu ketika Rasulullah bersama Abu Bakar As-Sidiq, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan berada di puncak Gunung Uhud. Dan mereka merasakan bahwa Gunung Uhud tersebut bergetar. Lalu Rasulullah SAW menghentakkan kakinya seraya berkata, “Tenanglah kamu Uhud, diatasmu sekarang adalah Rasulullah dan orang yang selalu membenarkannya.” Tak lama setelah itu, Gunung Uhud berhenti bergetar. Demikianlah wujud tanda kecintaan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah.

Di lembah bukit inilah perang dahsyat antara kaum muslimin dan kaum kafir quraisy terjadi. Dimana pasukan kaum muslimin sebanyak 700 orang harus melawan kaum musyrikin sebanyak 3.000 orang. Perang Uhu dtersebut menewaskan 70 orang syuhada, di mana di antaranya adalah paman nabi yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib. Hamzah dibunuh dengan cara di panah oleh Wahsyi atas suruhan Hindun. Kejamnya lagi, Hindun dengan tega memakan jantung Hamzah. Naudzubillah. Hamzah bin Abdul Muthalib merupakan salah satu orang yang mulia, beliau dijuluki dengan AsaDullah wa AsadurRasul (Singa Allah dan Rasul-Nya), Mush’ab bin Umair dan Abdullah bin Jahsyin.

Ketujuhpuluh syuhada yang gugur di medan perang dimakamkan di sekitar Gunung Uhud. Nabi Muhammad SAW sendiri dalam peperangan tersebut mendapat luka-luka. Sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai untuk Rasul gugur karena badannya dipenuhi anak panah.

Meskipun banyak kaum muslimin yang gugur menjadi syuhada’, namun perang Uhud ini dimenangkan oleh kaum Muslimin. Setelah perang usai, kaum Musyrikin mengundurkan diri ke Mekkah. Lalu Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar mereka yang gugut dimakamkan di tempat mereka roboh, sehingga ada beberapa liang lahat yang terdiri dari beberpa syuhada’.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Mereka yang dimakamkan di Uhud tak memperoleh tempat lain kecuali ruhnya berada di dalam burung hijau yang melintasi sungai surgawi. Burung itu memakan makanan dari taman surge dan tak pernah kehabisan makanan. Pada syuhada itu berkata siapa yang akan menceritakan kondisi kami kepada saudara kami bahwa kami sudah berada di surga.”

Maka Allah berfirman yang artinya, “Aku yang akan memberi kabar kepada mereka.” Dari situlah kemudian turun QS. Ali Imran ayat 169 yang artinya, “Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang  yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.”

Empat puluh enam tahun kemudian yaitu pada masa Khalifah Marwan bin Hakam, terjadi banjir besar sehingga makam Hamzah dan Abdullah Jahsyin rusak berat. Ternyata meskipun di landa banjir besar lebih dari 40 tahun di dalam kubur, jasad kesua sahabat itu masih segar, seperti baru saja meninggal. Maka jasadnya dikubur di tempat lain tapi masih di kawasan Gunung Uhud.

Pada tahun 1383 H dibangunlah tembok tinggi yang mengelilingi makam Hamzah dengan celah-celah jeruji agar peziarah dapat menyaksikan makam tersebut. Di dalam areal pemakaman tidak ada tanda-tanda khusus seperti batu nisan, yang menandakan ada makam di sana.

Kecintaan Rasulullah kepada para syuhada perang Uhud, terutama Hamzah mendorong beliau melakukan ziarah ke Jabal Uhud hampir setiap tahun. Jejak ini diikuti pula oleh beberapa khalifah setelah Rasulullah.

Keistimewaan itulah yang membuat Gunuh Uhud menjadi salah satu gunung yang ada di dalam surge kelak. Nabi SAW bersabda, “Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga.” Diriwayatkan pula dalam sebuah hadits, Dari Anas bin Malik r.a, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Uhud adalah satu gunung yang mencintai kami dan kami juga mencintainya.” (HR. Bukhari Muslim)

Katanya jika di dunia bisa berziarah dan melihat Jabal Uhud maka di akhirat kelak juga dapat melihatnya. Semoga kita termasuk salah satu orang yang dapat melihat Jabal Uhud di surga kelak. Amiin (dikutip dari liputan6.com)

About the Author

Leave a Reply

*